• Follow Us

“Pemenang Testimoni Terbaik Program Pembentukan Karakter Individual TKK 2 PENABUR”

Date: August 7, 2012 Author: admin Categories: Uncategorized

Akhir Tahun Ajaran 2011 – 2012 TK Kristen 2 PENABUR memilih 3 testimoni terbaik “Program Pembentukan Karakter Individual” dari orang tua siswa. Adapun pemenangnya adalah sbb:

Pemenang Pertama – Kenzie Sebastian

Pertengahan tahun 2011 anak saya Kenzie Sebastian memasuki usia 3 tahun dan kami orangtuanya sepakat untuk Kenzie masuk kelas Kelompok Bermain di TKK 2 PENABUR Pembangunan, karena kebetulan saya dan juga papanya sejak TK sampai SMA bersekolah di PENABUR dan kami sudah cukup mengenal lingkungan dan situasinya. Semula kami berfikir tahapan masuk sekolah adalah hal yang biasa bagi setiap anak, namun kenyataannya yang kami hadapi cukup berbeda, walaupun kami sudah mencoba mengantisipasinya dengan mengajak Kenzie beberapa kali main ke sekolah sebelum tahun ajaran 2011-2012 dimulai, namun tetap saja pada hari pertama sekolah diluar dugaan kami Kenzie menolak dengan keras untuk mengenakan seragam, tidak mau memakai sepatu, menangis meronta-ronta dan pada akhirnya hari pertama itu gagal total, karena kami hanya sampai pintu gerbang TKK 2 dan kemudian balik arah untuk pulang.

Kejadian hari pertama cukup membuat saya kaget dan sedih karena anak-anak lain bergembira masuk sekolah (walaupun ada juga yang awalnya takut/sedikit menangis). Hari kedua masuk sekolah pun Kenzie tetap menolak untuk masuk, tidak mau ikut berbaris seperti anak-anak lain, menangis sambil memeluk saya erat-erat, saya berusaha membujuk dan meyakinkan dia bahwa saya akan menemaninya masuk sambil menceritakan betapa sekolah itu sangat menyenangkan. Hari kedua berlangsung cukup sukses, walaupun awalnya Kenzie menangis bahkan terus memejamkan matanya, namun hanya sebentar, karena begitu dia mendengar Ibu Guru mengajak bernyanyi lagu “Kingkong Badanya Besar” (Kenzie mengenal lagu ini karena sering dinyanyikan di Sekolah Minggu) perlahan Kenzie mulai membuka mata dan akhirnya mau untuk lepas dari pelukan saya dan sedikit beraktifitas mengikuti instruksi guru.

Pada hari kedua ini saya mencoba berbicara kepada Ibu Guru tentang kondisi Kenzie yang awalnya menolak untuk masuk, tidak berseragam dan tidak mau memakai sepatu, saya sangat lega dan merasa disupport ketika Ibu Guru mengatakan hal ini tidak menjadi masalah, anak tidak perlu dipaksa melainkan perlahan-lahan diberi pengertian secara bertahap. Hari ketiga bersekolah, secara bertahap saya mulai tidak berada di dekat Kenzie walaupun saya masih masuk di ruangan, baru di hari ke-4 dan ke-5 saya berhasil menunggu di luar.

Awalnya Kenzie menangis berteriak-teriak namun segera dia digendong, dipangku, disayang-sayang oleh Ibu Guru sehingga menangisnya pun tidak lama dan dia mulai menaruh rasa percaya pada Ibu Guru dan merasa nyaman dengan keberadaannya di kelas. Sepanjang minggu pertama bersekolah, setiap pulang anak-anak selalu diberikan “Buah Tangan” oleh Ibu Guru, sederhana namun anak-anak sangat suka dan senang seperti kertas yang berbentuk pelangi, bunga, balon dsb. Melalui hal ini sayapun belajar untuk memberikan apresiasi kecil seperti stiker, mainan kecil untuk setiap kemauan kecil yang berhasil Kenzie lakukan, seperti ketika dia mau berbaris, ketika mau mengenakan seragam, mau memakai kaos kaki, sepatu dsb. Sampai akhirnya minggu ke-4 dia bersekolah, saya mencatat di minggu ke-2 Agustus 2011 barulah Kenzie bersekolah mengenakan seragam lengkap dengan kaos kaki dan sepatunya. Cukup lama prosesnya namun saya belajar untuk menghargai setiap kemajuan kecil yang Kenzie lakukan dan saya juga berterima kasih untuk kesabaran, support dan nasehat yang Ibu Guru berikan.

Setelah proses diatas terlewati barulah masuk ke proses-proses selanjutnya, tahapan belajar selanjutnya ternyata juga tidak mudah, Ibu Guru sering melaporkan tentang Kenzie yang tidak bisa diam di kelas, suka naik-naik bangku, malas mengerjakan tugas seperti membuat garis, mewarnai sampai menolak untuk menyikat gigi dsb. Saya awalnya cukup down dan merasa was-was setiap kali Ibu Guru memanggil saya, namun saya bersyukur bahwa ini adalah bentuk perhatian dari pihak sekolah dan saya merasa dihargai karena saya dilibatkan dalam proses ini, dan saya belajar bahwa mendidik anak tidak hanya diserahkan kepada pihak sekolah saja melainkan proses kerjasama antara Guru dan orangtua. Menghadapi hal ini saya mencoba untuk terus memberikan Kenzie perhatian, mengajaknya berdoa untuk Ibu Guru dan teman-temannya, menolong Kenzie untuk mengingat dan mengenal nama-nama teman satu kelas, mengajaknya bersosialisasi sambil terus memberikan apresiasi kecil untuk pencapaian yang dia lakukan. Sampai ketika saya diminta menulis testimony ini, awalnya cukup kaget, namun Ibu Guru melihat Kenzie mengalami banyak kemajuan, dia sangat menikmati sekolah dan sudah dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. Saya sungguh berterima kasih kepada pihak sekolah, para Ibu Guru terutama untuk Ibu Yanti selaku Kepala Sekolah, Ibu Dinar dan Ibu Erni selaku wali kelas yang telah menolong dan membimbing Kenzie dan juga saya untuk melewati masa-masa tahun pertama bersekolah dan terutama bersyukur kepada Tuhan Yesus yang terus memberikan hikmat dan kekuatan bagi kami orang tuanya. Perjalanan kami masih panjang, namun kiranya pengalaman yang kami bagikan ini bias menjadi berkat bagi orang tua lainnya.

Mama dari Kenzie Sebastian

Mama dari Kenzie Sebastian

Pemenang kedua – Clarentia Viviana Tjahjadi

Program-program yang diselenggarakan Ibu Guru di sekolah sudah cukup efektif, sehingga anak saya bisa memahami aturan-aturan yang harus ditaati dalam setiap aspek pelajaran di sekolah dan di luar sekolah. Tehnik-tehnik untuk meningkatkan rasa percaya diri boleh diacungkan jempol, sangat membantu sekali bagi anak kami sehingga ia tidak merasa malu untuk mengembangkan jati dirinya.

Mama dari Clarentia Viviana Tjahjadi.

Mama dari Clarentia Viviana Tjahjadi.

Pemenang Ketiga – Chloe Tan

Tidak seorang pun di dunia ini dapat melakukan suatu pekerjaan dengan hasil yang baik dan memberi dampak yang besar dalam kehidupan diri sesama tanpa keterlibatan orang lain. Hal ini juga benar adanya untuk kami sekeluarga. Tidak terasa anak kami tercinta Chloe Tan akan menyelesaikan program TK dan melanjutkan studi ke SD. Kami sekeluarga sangat bersyukur kepada Tuhan karena kasih dan anugrahNya yang begitu besar bagi kami. Butuh doa dan dan disertai iman yang kuat, kerja keras, ketegasan, kedisiplinan, konsisten, kesabaran, ketekunan untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah dalam mendidik dan membesarkan Chloe Tan dengan segala keterbatasan kami sebagai orang tua.

Tujuan hidup keluarga kami adalah untuk mempunyai anak, yang hanyalah titipan Tuhan di dunia ini, untuk kami didik menjadi anak yang mempunyai iman yang kuat, mencintai dan takut akan Tuhan dan berguna bagi Bangsa dan Negara, sekolah dan sesama. Karena masih banyak anak-anak di luar sana, bahkan yang jauh dari Jakarta (seperti anak-anak NTT, Papua) yang sangat miskin dan berkekurangan. Mereka tidak dapat bersekolah dengan baik dan layak. Kami hanya melihat hidup kami yang sementara di dunia ini adalah karena kasih dari Tuhan Yesus. Kami selalu mengajarkan Chloe untuk mendoakan anak-anak tersebut. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih dari dasar hati yang terdalam kepada Ibu Kepala Sekolah, Ibu Guru dan Karyawan TKK 2 PENABUR yang telah mendoakan dan juga telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran untuk memberikan kepercayaan dan kesempatan yang begitu besar kepada Chloe. Sekolah telah memberikan dampak besar bagi perkembangan iman, karakter, akademik dan sebagainya bagi Chloe.

Semoga TKK 2 PENABUR menjadi sekolah yang dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Air mata keluarga kami telah diganti Tuhan dengan sukacita dan damai sejahtera. Tapi kami sekeluarga masih terus berdoa dan berjuang bagi Chloe, karena perjalanan ke depan masih sangat panjang dengan berbagai ujian dan pencobaan. Kami bukanlah siapa-siapa tetapi Tuhan sangat mencintai kami berdua dengan menitipkan seorang anak seperti Chloe di dalam kehidupan kami. Rencana Tuhan adalah terindah dan semua itu ada waktunya. Beberapa ayat-ayat dalam Alkitab yang selalu menjadi kekuatan kami berdua adalah Lukas 13:33-34 dan Mazmur 100:4-5. Segala hormat dan kemuliaan kami kembalikan kepada Tuhan.

Mama dari Chloe Tan.

Mama dari Chloe Tan.